Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel, komik, game dan multimedia FireHeart dan Evernade karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris Everna Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com) dan FireHeart Saga (http://fsaga.blogspot.com)

Rubrik Utama Fantasindo

25 October 2013

Alanna - Song of the Lioness - Luckty Review



Alanna - Song of the Lioness
Resensi Novel Fiksi Fantasi oleh 
Luckty Giyan Sukarno 

“Mengapa sulit sekali bagimu mengira bahwa mungkin seseorang menyukaimu dan ingin melakukan sesuatu untukmu? Itulah pertemanan.” (hlm. 175)

“Manusia tidak akan tahu bagaimana akhir perjalanan hidupnya.” (hlm.259)

Thom dan Alanna of Trebond adalah anak kembar. Mereka sama-sama memiliki rambut merah dan mata ungu. Satu-satunya yang membedakan mereka –sejauh yang bisa dilihat- adalah panjang rambut mereka. Wajah dan bentuk tubuh mereka benar-benar mirip. Sehingga mereka tidak bisa dibedakan satu sama lain jika mengenakan busana yang sama.

Semua anak perempuan dari keluarga ningrat mengenyam pendidikan di konvensi sampai mereka berusia lima belas atau enam belas tahun. Itu adalah usia yang dianggap pas bagi mereka untuk berumah tangga. Adapun putra sulungkeluarga ningrat biasanya mempelajari keterampilan dan kewajiban seorang ksatria di istana raja. Adik laki-laki mereka bisa mengikuti jejak kakaknya, atau mereka bisa belajar di konvensi, kemudian di biara pendeta, tempat mereka mempelajarai agama atau sihir.

Meski mereka sekilas mirip, tapi jiwa dan keinginan sangat berlainan satu sama lain. Thom ingin menjadi ahli sihir, sedangkan Alanna ingin menjadi ksatria. Ide jahil pun menghampiri, mereka bertukar tempat demi cita-cita masing-masing.

Dari sinilah cerita kisah Alanna dimulai untuk berjuang menjadi seorang ksatria. Dia harus menutupi identitas aslinya agar tidak diremehkan oleh orang lain. Banyak rintangan dan hambatan yang harus dihadapi Alanna.

“Kau hanya memikirkan kemenangan. Tapi, ada nyawa yang melayang. Juga keluarga-keluarga yang kehilangan ayah dan mengalami penderitaan. Berpikirlah masak-masak sebelum kau bertempur. Pikirkan siapa yang kau perangi, seakan-akan suatu hari kau pasti akan mendapatkan balasan. Dan seandainya kau ingin menebus nyawa yang kau renggut, gunakanlah kekuatan penyembuhanmu. (hlm. 17-18)

“Akan datang waktu, ketika kau terpaksa berkelahi dengan seseorang yang kurang terlatih dibandingkan dirimu. Itu tidak bisa dihindari. Dan itu tidak menjadikanmu seorang pengecut. Hanya saja kau harus menggunakan keterampilanmu secara bijak.” (hlm. 111)

Selain harus belajar keras untuk menjadi seorang ksatria, Alanna juga harus bisa mengendalikan kemampuan Bakat yang dimilikinya. Istimewa. Tidak semua memilikinya. Dia harus mengasah bakatnya untuk ke hal-hal yang positif.

“Tapi aku punya bakat. Bakat itulah yang membuatku melihat lebih jelas dibandingkan kebanyakan orang.” (hlm. 73)

“Bakat hanyalah kemampuan. Tidak semua orang memilikinya, sama seperti tidak semua orang memiliki otak yang cerdas atau refleks yang bagus.” (hlm.121)

“Kau tidak bisa menggunakan bakatmu untuk mengubah segala kehendak terhadap dirimu. Bahkan kau akan dianggap bodoh jika mencobanya.” (hlm. 193)

“Seorang ksatria harus mengasah seluruh kemampuan yang dimilikinya secara sempurna. Tidak jarang, kesehatan dipersenjatai dengan kekuatan sihir.”(hlm. 139)

Tidak hanya itu, Alanna juga harus bisa menaklukkan monster yang selalu merongrong Kota Hitam; Ylon dan Ylanda:
“Cahaya terang, nyalakan api—
Berkobarlah di sekeliling Ysandir.
Nyalakan api, berkobarlah
Bakar Ysandir demi demi nama Mithros” (hlm. 281)

Kalimat favorit:
  1. “Kuharap kau bisa menjadi orang yang lebih baik dibanding ayahmu. Dulu, dia tak pernah lepas dari buku.” (hlm. 35)
  2. “Tapi aku harus membaca bab pertama buku ini nanti malam, di waktu senggangku!” (hlm. 53)
  3. Pendeta yang memberi pelajaran membaca dan menulis menugaskan Alanna membaca sebuah buku keras-keras dan menyalinnya di atas kertas. (hlm. 51)
Seperti ababil pada umumnya, Alanna juga merasakan benih-benih cinta #eaaa. Manakah yang akan dipilihnya; Pangeran Jonathan atau George yang selalu siap membantunya kapan saja?!? (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

Suka dengan cerita fantasi seperti ini. Jadi penasaran dengan buku berikutnya; In the Hand of the Goddess yang merupakan lanjutan dari buku ini.

“Kau selalu bisa mengubah posisimu dalam kehidupan ini, entah kau memiliki bakat atau tidak. Tapi, kau tidak bisa mengubah sesuatu yang telah dijadikan dewa untukmu. Semakin cepat kau menerimanya, semakin berbahagialah dirimu.” (hlm. 193)

Keterangan Buku:
Judul                            : Alanna
Penulis                          : Tamora Pierce
Pewajah sampul            : Yann Tisseron
Pewajah isi                   : Kamal Ufukraetif Design
Penerjemah                  : Leinofar Bahfein
Pemeriksa aksara         : Cahyo Prasetyo
Penerbit                        : Ufuk
Terbit                           : Mei 2012
Tebal                            : 312 hlm.
ISBN                           : 978-602-9346-22-0

Cover asli:
Like Katy, you'll hear her roar.

Sumber dari Facebook Note: 
http://www.facebook.com/notes/luckty-giyan-sukarno/review-alanna/10151606947387693

No comments:

Berita Antar Dunia

Pusat Berita Dunia-Dunia