Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel, komik, game dan multimedia FireHeart dan Evernade karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris Everna Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com) dan FireHeart Saga (http://fsaga.blogspot.com)

Rubrik Utama Fantasindo

07 November 2016

Mitospedia Veda - Niruti, Dewi Kekacauan


Mitospedia Veda / Hindu / India
NIRUTI – DEWI KEKACAUAN

Nama lain : Alaksmi, Dhumawati
Arti Nama : Ketidakberuntungan, kehancuran, bencana, dan kekacauan
Pasangan : Adharma (ketidakteraturan/ketidakadilan), Kali (musuh Wisnu di akhir zaman)
Anak : Bhaya (“ketakutan”), Maha-Bhaya (“ketakutan besar”) dan Mrityu (“kematian”)
Peran : Dewi pembawa bencana (kecelakaan, kemiskinan, gagal panen, bencana alam dsb.) sekaligus berkuasa untuk mencabut bencana-bencana tersebut
Ras : Dewi
Wahana : Manusia, Gagak
Golongan : Lokapala


==ALAKSMI==
Menurut kitab Agni Purana Niruti adalah salah satu dewi yang ‘lahir’ langsung dari Brahma melalui organ (maaf!) anus(!) Sang Pencipta dan karena lahir dari organ itu, Niruti dikatakan ‘penuh’ dengan ‘unsur negatif’ sehingga menjadikan kehadirannya selalu membawa bencana. Sifatnya sendiri juga cenderung mudah iri dan suka berbuat onar. Karena lahir pada waktu yang hampir bersamaan dengan Laksmi, rupa Niruti sendiri dikatakan hampir sama dengan Laksmi (pasangan Wisnu) namun jika kehadiran Laksmi identik dengan berkah dan kemakmuran, kehadiran Niruti justru berarti sebaliknya : sakit, wabah, penderitaan, gagal panen, bencana alam dan kematian. Rupa kedua dewi ini sama-sama seperti wanita muda yang menarik, meski Niruti berkulit hitam sementara Laksmi berkulit cerah.

Niruti dijuluki sebagai Alaksmi (Bukan Laksmi) untuk mengakui kemiripan sekaligus perbedaan antara dirinya dengan saudari kembarnya itu. Dikisahkan Niruti pun turut menaruh hati terhadap Wisnu Sang Pemelihara, tapi akhirnya Laksmi yang menang.

Jengkel dengan kemenangan Laksmi, Niruti kemudian menikahi Adharma (ketidakadilan) dan sejak itu jika Wisnu dan Laksmi ada di sisi menjaga dan memperbaiki dunia, Niruti ada di sisi sebaliknya. Niruti akan memupuk perpecahan di dalam suatu keluarga, membuat saudara-saudari saling bunuh, membuat para istri dan suami menjadi cemburu buta, membuat manusia iri satu sama lainnya, bahkan ia bisa membuat satu garis keturunan yang sudah bertahan berabad-abad musnah dalam satu generasi semata.

==DHUMAWATI==
Tapi sebagaimana sejahat-jahatnya suatu makhluk, pasti ia memiliki sisi ‘baik’ pula. Niruti pun demikian. Ia memiliki wujud dan kepribadian lain bernama Dhumawati. Dewi ini digambarkan sebagai nenek tua keriput dan kurus yang menunggangi burung gagak atau kereta kuda yang bergerak sendiri tanpa ditarik kuda.

Dhumawati sendiri adalah dewi sesembahan penganut Tantrayana. Dikatakan bahwa ia bisa menganugerahkan kekuatan supranatural kepada siapapun yang ia sukai, di Varanasi India, ia bahkan dipuja sebagai pelindung semua orang termasuk pasangan yang sudah menikah agar pernikahan mereka langgeng.

==LOKAPALA==
Meski reputasinya seperti itu, Niruti juga seorang Lokapala (penjaga delapan arah mata angin, selengkapnya baca : https://www.facebook.com/LCDP.Official/photos/a.831363553543076.1073741838.307835652562538/936473463032084/?type=3&permPage=1). Niruti sendiri menjaga wilayah Barat Daya.

==TRIVIA==
• Tunggangan Niruti selain gagak adalah seorang manusia yang digambarkan memanggul Sang Dewi sepanjang jalan.
• Niruti tidak memiliki kediaman sendiri seperti Laksmi di Wisnuloka atau Indra di Indraloka, sebaliknya Niruti mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya tapi tempat favoritnya untuk berdiam adalah di setra (tanah kuburan).

==REFERENSI==
Gambar diambil dari : http://s-sama.deviantart.com
https://en.wikipedia.org/wiki/Nirṛti
Pattanaik, Devdutt. Lakshmi: The Goddess of Wealth and Fortune-An Introduction. Vakils Feffer & Simons Ltd, 2003
Kinsley, David R. (1988). "Tara, Chinnamasta and the Mahavidyas". Hindu Goddesses: Visions of the Divine Feminine in the Hindu Religious Tradition (1 ed.). University of California Press

Sumber artikel: Facebook Page Le Chateau de Phantasm

25 September 2016

Riset, Pentingkah?

RISET UNTUK CERITA FIKSI, PENTINGKAH?
Andry Chang

Untuk memperkuat logika sebuah cerita hingga terkesan masuk akal, kita dapat memilih antara 2 cara, yaitu observasi, riset atau keduanya.

Jauh sebelum saya pertama kali menulis novel, saya sudah membiasakan diri mengamati, mempelajari dan meriset hal2  yg berhubungan dengan sejarah, kebudayaan dsb. Sebenarnya itu hanya sebatas hobi dan kesenangan saja, dan medianyapun macam2 seperti buku, game, film, dsb. Jadi saat mulai menulis, saya tuangkan hasil riset itu di dalamnya.

Namun, makin banyak cerita yg saya buat, makin beragam pula cara memperkuat logikanya. Ada cerita2 yang butuh riset atau pengamatan, keduanya atau tidak sama sekali karena berdasarkan pengetahuan, keahlian atau pengalaman pribadi. Kalau menurut hemat penulis kisahnya cukup masuk akal tanpa harus riset dan observasi, silakan. Tapi kalau merasa ada yang janggal saat membayangkan ceritanya, sebaiknya tugas riset itu dijalankan.

Nah, saat melakukan riset, saya tentu menemukan kesulitan yang serupa dengan penulis2 lainnya, yaitu sulitnya melakukan perjalanan dan mendapat waktu yang tepat demi riset secara riil, dan sulitnya akses ke hasil riset itu.

Contoh saat saya harus memperhitungkan  kecepatan tanah longsor yg sealami mungkin tapi bisa ditahan dengan sihir. (Vandaria Saga Kristalisasi). Saya tak mungkin pergi ke daerah bencana dan mewawancarai para korban, lagipula hasilnya belum tentu sesuai yg diharapkan, boros biaya, waktu dll.

Nah untunglah di zaman ini kita bisa gunakan Internet. Lewat Google, Wikipedia dsb kita bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan tanpa harus bepergian jauh. Saya sangat respek pada mereka yang ke perpustakaan atau membeli buku2 referensi untuk riset. Riset juga bisa dilakukan lewat cerita2 karya penulis lain. Ada yang mau jadikan Everna Saga bahan risetnya? Itu kehormatan bagi saya, kreatornya.

Nah, seperti contoh cerpen2 saya di Kristalisasi dan kumcer2 Everna Saga yang sudah diperkokoh logikanya dengan riset online dan buku2 referensi, tentu teman2 penulis lain juga bisa melakukan riset yang mudah namun cukup akurat ini.

Cobalah melakukan riset, niscaya karya2 besar akan lahir dari tangan teman2 seperjuangan sekalian.

22 August 2016

The Curran Saga: Incredible Journey


Secara perlahan, Emery mengetahui kematian orangtua-nya karena menolak memberikan Ramuan Amrita. Emery berusaha membongkar rahasia Ramuan Amrita itu dengan di bantu oleh ketiga sahabatnya yang bernama Favian Heyder, Daphne Ariadne dan Astin Averill.


Ketika Emery dan kawan-kawan nyaris menemukan Ramuan Amrita, Deimos dan pasukannya menyerang Acropolis hingga terjadi pertempuran hebat di Dunia Ramuan. Banyak rintangan yang harus dihadapi Emery dan kawan-kawan dalam mencapai tujuannya. Rintangan terbesarnya adalah berhadapan langsung dengan Deimos, musuh terbesar Emery yang menghadangnya di tengah perjalanan.

Apakah Ramuan Amrita itu? Dimana keberadaannya? Mampukah Emery dan kawan-kawan menghadapi semua rintangan termasuk Deimos?

Judul: The Curran Saga: Incredible Journey

Penulis: Rizky Anggraeni
Penerbit: Oksana Publishing
Halaman: 210 halaman


Harga: Rp 42.500
,-
Pemesanan: Penerbit Oksana

HP/WA: 083831498380

Untuk info lebih lanjut, kunjungi Facebook Page The Curran Saga di:
https://www.facebook.com/The-Curran-Saga-947182662004188/

Berita Antar Dunia

Pusat Berita Dunia-Dunia