FireHeart - Novel Cetakan

FireHeart - Novel Cetakan
FireHeart - Legenda Paladin
Buku Satu: Sang Pemburu
Penulis: Andry Chang
Penerbit: Sheila (2008)
Dimensi/Ukuran: 13,1 x 18,8 cm
Tebal: 502 halaman

Sang Pemburu, Sang Pahlawan

Kehidupan sebagai pemburu monster tidaklah mudah bagi siapapun, terlebih bagiku. Banyak hal kualami: Selamat dari pembantaian yang menewaskan keluargaku dan seluruh warga desa, jatuh cinta pada putri raja, seorang diri menerobos sepasukan tentara, melarikan diri dari kota benteng kaum kurcaci, dan bekerjasama dengan para pemburu dan pahlawan digdaya dalam misi “mencegah kebangkitan kembali Penguasa Mutlak Kegelapan” yang kucurigai adalah suatu jebakan.

Namaku Robert Chandler. Juluki aku si Pembantai Orc, Pendekar Berambut Putih atau apapun. Satu hal yang pasti tentang diriku: Akulah si Pemburu Matahari.

Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel FireHeart karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris FireHeart Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com dan http://www.fireheart.tk)

Menjelajah Dunia Maya

Custom Search

06 July 2009

Tanya-Jawab FireHeart - Bagian 3

FAQ FireHeart - Legenda Paladin

Tema:
Siapapun bisa jadi pahlawan. Lewat usaha, pilihan dan

keputusan dan perkenan Yang Maha Kuasalah seseorang dapat

menemukan takdirnya, bukan ditentukan sejak awal.

Premis:
Bagaimana jika ada cerita silat bergaya anime/manga, dengan

setting mirip Eropa Abad Pertengahan dengan tarot sebagai

polanya?


Bagaimana cara mendapat ide?
- Membuat / Menggambarkan tokoh-tokohnya dulu dalam scrapbook

beserta kepribadian mereka (sejak SMA).

- Tokoh-tokoh itupun terus diperhalus sampai suatu saat, dalam

mimpi mereka jadi begitu hidup. Saya bangun jam 3 pagi dan

langsung menuliskan ilham tersebut. Plot cerita yang mengambil

ide asosiasi dari kartu tarot didapat setelahnya, dan mulailah

cerita itu dibuat,Januari 2005.


Berapa lama waktu pengerjaan dari awal sampai selesai?
Untuk FireHeart buku satu, versi Bahasa Inggrisnya

dirampungkan dalam waktu 1 tahun 4 bulan, plus 6 bulan untuk

menterjemahkannya ke Bahasa Indonesia.

Sampai saat ini versi Bahasa Inggris sudah akan rampung buku

3, dan juga sedang menterjemahkan+revisi buku 2. Total ada 22

bab besar dan saya sudah mencapai bab 20.


Mengapa dengan Bahasa Inggris?
- Karena settingnya mirip Eropa Abad Pertengahan, jadi lebih

realistis bilamana bahasa dan budayanya disesuaikan dulu.

- Gaya bahasa modern (dan agak gaul) dalam setting Eropa, juga

konsistensi dalam penamaan adalah faktor penting pula.


Adakah pesan yang mendidik dalam novel ini?
Selain pesan yang tersirat dalam tema, kebanyakan disampaikan
dari hubungan dan konflik antar karakter dan bagaimana cara

masing-masing tokoh memandang dan menyelesaikan masalah dan

konflik yang dihadapinya. Solusi-solusi itulah yang diharapkan

dapat menginspirasi pembaca untuk diterapkan dalam kehidupan

sehari-hari.

Contohnya: Konflik antara ayah dan anak: Rollo dan Ivor, dua

saingan cinta: Iris dan Carolyn, Robert yang dendam pada orc,

Christopher yang punya krisis kepercayaan diri dan lain

sebagainya.

01 July 2009

Phoenix: Dalam Mahkota Negeri Azura

Disclaimer: Review ini dibuat oleh elthewynn

Judul buku :
Phoenix : Dalam Mahkota Negeri Azura

Pengarang : A.M.K. Narongkrang
Penerbit : Voila Books
Genre : Fantasy, Adventure, Action
Jumlah halaman : 532
Rating : Remaja
Harga : Rp. 54.000,-

Sinopsis :

Quote
“Kita harus kabur! Tidak ada jalan lain!” cetus Shahasika.
“Bagaimana dengan Eaton?” tanya Phoenix.
“Kalau kita tetap di sini, kita akan ikut dimangsa! Dan kita tidak akan pernah bisa membalas kematian Eaton!”

Phoenix terpaksa setuju. Burung Merpati Balap Belgia yang mereka tunggangi melesat menyusuri lorong besar yang tak berujung. Para Sheekh tersentak kaget. Mereka mengejar kedua bocah ingusan itu.

“Itu Eaton!” Phoenix berseru.

Shahasika melempar Kelereng-Kelereng Meledak ke arah para Sheekh. Sheekh yang jumlahnya ratusan itu terpencar-pencar. Seiring dengan itu, cakar-cakar Burung Merpati Balap Belgia mencengkeram tubuh Eaton, meliuk-liuk, lalu meluncur kembali dengan kecepatan tinggi.

Kisah tentang Phoenix, telah ditakdirkan menjadi salah satu kisah terkenal di seluruh dunia. Petualangan anak berumur 13 tahun yang penuh keajaiban dan keanehan itu akan memukau pembaca sejak halaman pertama. Kedahsyatannya menyamai Harry Potter, The Lord of The Rings, dan The Chronicles of Narnia.

...Tak kalah memukau dibandingkan The Lord of The Rings dan Harry Potter...
—Akmal Nasery Basral, wartawan-novelis—


Aah, Phoenix. Wehehe. Tak kuasa diri ini tersenyum lebar kala mengingatnya. Tersebutlah suatu masa dimana seorang sahabat memberikan buku ini di senja hari seusai sekolah....

Oke, cukup gaya sok nyastranya >_< class="IL_SPAN">Phoenix. Novel lokal terbitan taon 2005 ini dijadwalkan akan terbit sebagai pentalogi oleh pengarangnya. Sebuah novel yang—dengan segala hormat—aq anugrahkan titel “novel fikfan terparah sepanjang sejarah umat manusia.” Yak, langsung aja dibahas.

Sampul :

Cover depan menggambarkan sosok seorang pemuda (Phoenix) yang sedang menunggangi seekor Phoenix. Tampak mereka sedang mengarah ke sebuah kota bermenara banyak dengan latar belakang pegunungan. Di bagian atas, judul buku dicetak besar dengan paduan warna emas dan putih, disertai endorsemen seseorang. Tabrakan dengan warna ilustrasi burung Phoenix yang kuning keemasan. Belum lagi nama pengarang juga dicetak berwarna emas di bagian bawah, semakin menambah pesona norak di sampul depan. Situasi diperparah oleh pilihan warna ungu sebagai background. Klop dah.

Ilustrasinya bagus, tapi pemilihan warnanya kacaw berat. Mungkin untuk ini kasusnya bisa beda2 tiap orang, tapi buatku, perpaduan warna ungu dan emas bikin muntah. Seriously. Ngejreng banget gitu loooh~ Ngejreng, norak, ancur. Semua sumpah serapah keluar pas lyat covernya.

Cover belakangnya sendiri ga gitu istimewa. Kembali, background warna ungu mengisi seluruh bagian. Ilustrasi kota bermenara tadi kembali hadir, tapi lebih samar. Lalu di sudut kiri, ada pengumuman : Coming soon, Phoenix : Menara Kembar Negeri Azura.

Cover, ga banget. Sinopsis, sama aja. Intinya cover Phoenix bener2 ga meyakinkan buat dibawa ke kasir. Agak geli pas baca kata2 :

Kisah tentang Phoenix, telah ditakdirkan menjadi salah satu kisah terkenal di seluruh dunia. Petualangan anak berumur 13 tahun yang penuh keajaiban dan keanehan itu akan memukau pembaca sejak halaman pertama. Kedahsyatannya menyamai Harry Potter, The Lord of The Rings, dan The Chronicles of Narnia.

Ooh, are you sure?? O_o Mari saya beritahu satu hal, novel ini jauh banget dibandingkan Narnia dan Harpot, apalagi LOTR >_<

Main Story :

Inti cerita Phoenix sebenernya uda sangat2 klise. Tentang seorang anak yang tadinya bukan siapa2, tapi ditakdirkan untuk membawa perubahan besar. Dikisahkan Alba Ragoes, seorang pemilik pengusaha kayu bakar, datang ke sebuah pulau terlarang untuk menjemput anaknya yang ditetaskan oleh istrinya, seekor ular naga bernama Ragnarok. Singkat cerita, dibawalah bayi tadi ke rumah Alba, dimana Wetty, istri keduanya yang judes bin nyolot bukan buatan telah menunggu sambil marah2. Dia juga menolak mentah2 Phoenix sebagai anak, dan baru bisa dibuat diam setelah Alba “meyakinkannya”.

13 tahun berlalu. Saat sedang pergi ke Pasar Terbang Bojong Meron, Phoenix bertemu dengan Prof. Jamhur Widyatamaka, yang selalu gagap mengucapkan namanya. Dy juga bertemu seorang nenek2 yang memberinya Jam Tangan Phoenix-21, sebagai balasan atas kebaikan hatinya (eemm...). Dan setahun kemudian, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 14, Phoenix ditemani Shahasika dan teman2nya (Laryna, Shalley, dan Eaton) terlibat sebuah peristiwa di Pulau Atherton, yang berujung pada ditangkapnya orangtua mereka sebagai tersangka atas tuduhan ga jelas. Nantinya lima sekawan ini akan ditampung di Istana Zenoglozi atas bantuan Robus, sahabat Alba. Dan selanjutnya mereka akan mengalami permusuhan dengan murid2 Zenoglozi, terlibat intrik antar negara, berusaha menyelamatkan ortu masing2, juga mempertahankan negeri Azura dari cengkraman Mayorats.

Story, ga gitu menarik, jujur aja. Terkesan ngalor-ngidul. Pas awal2 aq baca, aq ga ngerti ni cerita mo dibawa kemana. Alurnya juga terbilang lambat. Sampe2 butuh sebulan lebih bwt nyelesein ni buku >_<

Dan karakter, yah, sama parahnya. Aq ga punya alasan bwt menyenangi satu saja karakter di novel ini. Mulai dari Alba Ragoes, sang “guru” dalam cerita. Selalu memberikan petuah tiap kali bicara, sering kalah debat dengan Wetty, dan berakhir menjadi objek cercaan istrinya itu. Wetty yang penggerutu. Ibu rumah tangga yg galak ga kira2, hobi membangga2kan diri sendiri dan anaknya Shahasika, dan dipastikan akan mencaci maki semua orang yang ada di hadapannya. Shahasika Chlearesta, anak Alba dan Wetty yang ntah napa nama belakangnya beda sama ortunya. Mewarisi kecerewetan ibunya, terutama setelah dy bertemu rivalnya-yang-luar-biasa-menjengkelkan di sekolah. Jenius, n rada belagu. Phoenix si anak malang. Tipikal karakter-sinetron-yang-selalu-jadi-korban-ibu tiri-tapi-pasrah-aja. Trus.... (stop sampai disini >_<).

Jadi, cara aneh yang dipilih pengarangnya untuk karakterisasi >_<. Beliau memasang sifat2 yang kelewat ekstrem supaya tiap chara bisa dibedain. Klo galak, ya nyolot abis. Klo baek, ya baek ga ketulungan (sampe2 agak idiot). Ga kebayang klo di dunia nyata beneran kayak gitu, woh, seramnya hidup ini ToT

Soal setting, dijelaskan kalau setting Phoenix adalah Dunia Maya, yang mana berseberangan dengan Dunia Nyata. Mirip2 dunia paralel gitu dah. Penggambaran dunianya sendiri ga jauh2 dari dunia nyata sih sebenernya, heuheu. Cuma ada tambahan atribut2 gaya “fantasy” yang ga jelas.

Pertama, Cempana. Seekor kuda berwajah manusia di belakang kepalanya, bertanduk panjang ke belakang sebagai pegangan penunggangnya, digunakan sebagai kendaraan darat, bisa berbicara, bisa ngobrol n ngegosip, menyanyi, dan menyiarkan berita. Cukup pencet idung manusianya, lalu anda tinggal pilih siaran mana ato lagu apa yang ingin anda dengar. Semua ada disini. Gedubrak. Aq ga habis pikir makhluk hidup bisa nerima gelombang radio kayak gitu. N kalo misalnya aq minta lagu rock ato hip-hop, Cempananya gimana yak?

Jam Tangan Burung. Ini istilah pribadi, soale ada banyak jenis2nya >_<. Tidak memiliki angka dan jarum, tapi diisi oleh 3 burung idup. Burung pertama yang paling besar, bisa dijadikan alat kendaraan. Dua yang terisa adalah Burung Penyuara Waktu dan Burung Pengirim Pesan. Burung2 ini bisa mengirim pesan layaknya sms di hape, menyuarakan 3 dimensi waktu, dan memiliki nomor registrasi tersendiri. Ough! Ide yang unik sih sebenernya, tapi sayang ga dieksekusi dengan bagus.

Makanan dan minuman. Seluruh penghuni Dunia Maya punya selera makan yang aneh. Coba cek makanan2 ini : Darah Vampir, Susu Manis Kuntilanak, Usus Rebus Kolong Wewe, Gigi Taring Drakula, Daging Bakar Genderuwo, Goreng Tulang Jelangkung, dll, dst. Aq jadi bingung, benarkah di Dunia Maya ini isinya manusia? Bukan monster ato zombie? Wisata Kuliner kalah dah, kwkwkw.

Dan banyak lagi “teknologi2” ajaib sepanjang buku. Gak usa dibahas semuanya >_<

Gaya Bahasa :

Gaya bahasa di Phoenix biasa aja menurutku. Jelek, yah, ga terlalu. Bagus juga ga. Biasa aja. Tapi kadang pengarangnya kepeleset masukin kata2 yang ga baku di kalimat2nya. Dialog antar karakter juga datar2 aja, dari awal sampe akhir. Juga ada kebiasaan dari penulis untuk terus mengulang2 penceritaan sebuah kejadian. Capee d.

Yang lainnya, yaitu banyaknya petuah yang disebar di sekujur buku. Entah kenapa, petuah2 itu terdengar menjengkelkan di kepalaku. Mungkin karena porsinya yang uda overdosis kali yah. Itu sebabnya aq jadi ga respek sama tokoh Alba Ragoes dan Prof. Jamhur Widyatamaka, duet penasehat dalam novel, heuheu. Tiap kali mereka bicara, pasti ngasi nasehat. Tiap mereka bicara, aq ulangi. 500 halaman buku penuh sesak dijejali nasehat >_<

Akhirnya...(wew!) setelah tersiksa cukup lama untuk nyelesein baca Phoenix, tinggallah diri ini merenung sendirian (bingung). Koq bisa2nya naskah segawat ini lolos n diterbitin yah? Penasaran, mbah gugel jadi harapan. Browsing kesana kemari, sampe akhirnya nyasar ke salah satu web yang berisi cuplikan komentar dari Manajer Eksekutif penerbitnya langsung.

Quote
Nama A.M.K. Narongkrang ditemukan oleh Voila Books, lini Penerbit Hikmah, melalui internet. Ia menawarkan sebuah naskah cerita, dan tertariklah Voila Books. “Kami baca, dan bagus. Selama ini kita kan terpukau oleh karyakarya mahabesar, seperti Harry Potter. Ternyata ada orang Indonesia yang bisa menulis seperti itu,” kata M. Deden Ridwan, Manajer Eksekutif Hikmah. Karya Narongkrang ini diterbitkan karena, dalam penilaian Deden, “Isinya sangat fantastis, memukau, imajinatif.”

Tanpa banyak editing, kecuali—menurut Deden—dalam hal diksi, jadilah Phoenix diterbitkan. Karya perdana Narongkrang ini diedarkan September tahun lalu dengan cetakan pertama sebanyak 3.000 eksemplar-standar produksi buku edisi pertama di Indonesia. Banyakkah peminatnya? “Relatif baik,” kata Deden, “Yang terjual sudah melampaui 1.500 (eksemplar).” Ia yakin bila ditunjang dengan promosi yang gencar, angka penjualan bisa lebih tinggi.

Tak bisa bicara saking shock-nya Cheesy Cheesy Cheesy

Btw, perkara apakah buku ini dahsyat—seperti yang dibilang di cover—jawabannya ya. Memang sebegitu dahsyatnya, tapi dalam artian berbeda. Qeqeqe.

Skor : 3/10

21 June 2009

Perginya Sang Fajar

Cahaya fajar, siang benderang
tenggelam di malam kelam

Mentari merenung, adakah sinarnya
menghidupi makhluk segala?
Berharap, tak berkesah?

Akankah fajar baru menjelang?
Ataukah patah asa, akhir dunia?

Entahlah, mentari hari ini sirna
Telah berpancar sedaya upaya

Biarlah mentari esok berkiprah
dan hari ini tidur damai
di pelukan mesra purnama

20 June 2009

Mantra - Rahasia Kitab Malaikat


Penulis Resensi: elthewynn dari forum PulPen Lautan Indonesia

Judul buku : Mantra (Rahasia Kitab Malaikat)
Pengarang : Sutanto Ari Wibowo
Penerbit : DIVA Press (www.divapress-online.com)
Genre : Fantasy, Adventure, Action
Jumlah halaman : 413
Rating : Remaja
Harga : Rp 46.000,-

Sinopsis :

Raja Keindizie Romein, raja pertama dari Kerajaan Afzein wafat pada saat perang pertama melawan kerajaan Dombire, yang dipimpin Ratu Nivera. Kekalahan ini membuat rakyat Afzein hidup dalam kesengsaraan. Sebab, Ratu Nivera tidak hanya membunuh Raja Keindizie Romein dan permaisurinya, tetapi juga membentengi Kota Afzein dengan mantra jahat, membuat penduduk bagaikan burung dalam sangkar. Mereka tidak dapat keluar dari kota dan setiap enam hari sekali, harus bersiap menjadi tumbal bagi Ratu Kegelapan, Nivera.

Ratu Nivera juga berhasil membunuh raja kedua Kerajaan Afzein, Raja Keintjizie Romein, yang tak lain adalah putra pertama dari Raja Keindizie Romein, dengan mengguna-gunainya. Sehingga, Romuza, sang panglima pun merasa berkuasa karena tak ada lagi keturunan raja yang masih hidup di kerajaan Afzein, kecuali jika putra kedua Raja Keindizie Romein, yang hilang saat perang melawan Kerajaan Dombire, muncul kembali. Romuza berusaha menemukan putra kedua raja tersebut untuk dibunuh. Tinggal sepuluh hari lagi, penobatannya sebagai Raja Afzein yang ketiga akan digelar.

Tanpa disangka, seorang tahanan kerajaan bernama Kizzorgy Poesie, yang dipekerjakan sebagai tukang kebun istana, mempunyai ciri-ciri yang dimiliki oleh keturunan Raja Keindizie Romein, seperti yang dijelaskan dalam kitab Rahasia Malaikat, yang selama ini disimpan rapi oleh Kakek Herdtqolf. Nyawa Kizzorgy Poesie pun terancam! Apalagi Romuza juga berhasil mencuri kitab Rahasia Malaikat milik Kizzorgy Poesie melalui tangan teman dekat Kizzorgy Poesie sendiri.

Mampukah Kizzorgy Poesie menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan Romuza sekaligus membebaskan Kerajaan Afzein dari penyihir jahat Nivera? Simak cerita seru novel menggetarkan ini yang akan membuat Anda tegang dan bergidik dari awal hingga akhir!

Sebenernya ga ada niatan sama sekali bwt beli ni nuku >_<>_< Sampul depan
Mantra menghadirkan sosok seorang pemuda yang sedang menatap istana batu dari kejauhan. Dia bagian atas, tepat di tengah, ada sosok seorang wanita dan sosok prajurit botak di sebelah kanannya. Di sebelah kiri wanita tadi ada siluet kota yang hancur berantakan. Nama pengarang dicetak di bagian atas sampul, dan judul Mantra dicetak besar di bagian bawah, dengan tagline (Rahasia Kitab Malaikat) dan tambahan kalimat : Sebuah Novel Menggetarkan. Modal lyat sampul depan aja, aq nganggep ni buku bakalan bersetting medieval, LOTR wannabe, perang pedang dan magic, and so on. Rupanya kelar baca buku, temanya emang ga jauh2 dari tema klasik kayak gitu >_< style="font-weight: bold;">

Main Story : Masuk bagian dalem, dan ketemu prolog. Yang bikin bengong, rupanya prolognya cuma ngulang apa yang uda ketulis di sinopsis cover belakang. Persis plek. Ampun dah. Kenapa ga ditulis langsung bab 1 aja yah? Ceritanya sendiri dibuka dengan scene Kizzorgy Poesie yang terbangun di ruang bawah tanah, sedang dalam proses diawetkan oleh para babu dan pesuruh lainnya. Yap, diawetkan. Lalu muncul sang kakek bernama Herdtqolf yang mengklaim Kizzorgy (seterusnya dipanggil Zorg) sebagai pangeran. Ini juga yang menjadi alasannya untuk mengawetkan Zorg, karena sang pangeran dikiranya sudah mati karena tak sadarkan diri selama dua hari, dan dia ingin mengawetkan jasad Zorg agar tetap utuh (semacam mumi kali yak?) Selanjutnya sang kakek membawa Zorg bwt dibersihkan dan diobati, dibantu oleh teman dekat Zorg sendiri, Giffins.

Ahaa, disini, cara ngobatinnya bikin aq keinget sama adegan Voldemort yang direndem di kuali pas kebangkitannya >_<>_<>_< style="font-weight: bold;">karakter. Mungkin ini kelemahan terbesar di Mantra. Dimulai dari penamaan para tokoh yang serba-ribet-dan-bikin-lidah-keseleo-jadi-mesti-dieja-satu2. Dari tokoh utama, Kizzorgy Poesie, yang dipanggil Zorg oleh teman2nya. Nama Kizzorgy Poesie ga mencerminkan seorang pangeran, IMO Cheesy Tadinya kupikir Kizzorgy Poesie ntu nama sejenis ular laut. Nama panggilan Zorg sendiri, rasanya lebih pas bwt penjahat dah. Tiga serangkai raja-pangeran ini juga memilik nama2 yang sama ribetnya. Keindizie, Keintjizie, Kizzorgy. Aq sering ketuker2 mana yang pangeran, mana yang raja. Untungnya, yang sering disorot cuma si Kizzorgy doank. Kalo 3 orang itu ngumpul bareng, nyerah dah. Sempat kepikiran, mungkin nama Kizzorgy Poesie cuma nama desa yang diberi oleh orangtua angkatnya yang petani gandum. Jadi kejutan pas aq tau ternyata nama aslinya juga ga jauh2, Kizzorgy Romein. Weew. Kenapa ortunya ngasi nama yang ribet gitu ya? Kesimpulanku, sekumpulan nama2 asal tempel biar terkesan ‘fantasy’. *cukup soal penamaan, bakalan ga ada habisnya >_<* Untuk karakterisasi, juga bikin keciwo. Khusus ini yang paling kelihatan dari tokoh Giffins dan Romuza. Ada satu situasi yang menuntut Giffins untuk memilih antara sahabat atau kekasihnya. Cukup pelik, tapi juga ga terlalu kompleks, IMO. Disitu, perang batin Giffins ga terasa sama sekali. Dengan gampangnya dy memutuskan hanya berdasarkan pertimbangan ngasal. Penyelesaian konfliknya juga garing, ditambah humor jayus setelahnya. Bikin aq (swt). Romuza, sang panglima digambarkan sebagai pribadi yang bengis, haus kekuasaan, dan menghalalkan segala cara. Tipikal penjahat tulen. Hanya saja, menjelang ending, baru ketahuan kalo panglima ini agak pin-pin-bo. Pribadinya yang bandit abis di awal, malah berubah drastis jadi panglima cengeng yang pengecut di ending. Swt lagi. Dialog antar tokoh juga terasa hambar. Ga ada emosi sedikitpun yang terkandung dalam kata2 para tokohnya. Mirip orang2 yang baca teks berita. Datarrrr. Alhasil, semua tokoh (yap, semua) hanya berupa sekumpulan orang2 berkarakter dangkal. Belum lagi kebiasaan mereka untuk secara rajin menyebut nama lawan bicaranya tiap kali bicara. Penyakit di (......), wehehe. Dan satu yang paling mengganggu, para tokoh disini hobinya mencela. Sampe ending, perang celaan antar chara bener2 ga ada habisnya. Dikit2 dicela, diulang2 terus2an. Really annoying.

Gaya Bahasa
: Ngomongin gaya bahasa, rada pusing juga. Penulisannya ga berat2 amat sih, lumayan gampang dicerna. Kelebihannya, pengarang bisa mendeskripsikan setting suatu tempat dengan penceritaan yang sedikit. Disini pengarangnya bener2 ‘melepas’ imajinasi pembacanya. Cuma 1-2 kalimat aja, tapi aq uda bisa ngebayangin seting yg mo dijelasin sama pengarangnya. Not bad lah. Cumaaa. Nah, cuma nih, gaya bahasanya koq campur2 ala gado2 yah. Kadang gaya bahasanya terkesan mirip2 sama Harpot, ringan, ngasal. Tapi kadang2 campur lagi sama gaya bahasa gaul yang ubek2 sama b.ing. Kadang lagi, bahasanya tuaaa bgt, sampe bikin ngantuk.

Emang ada berapa orang sih yang nulis ni buku? POV yang dipilih sama pengarang juga campur2, wehehe. Sebagian besar, POV 1 dari sudut pandang Zorg selaku tokoh utama. Tapi kadang2 POVnya diganti jadi POV 3, menunjukkan pandangan orang lain atas tokoh utama atau keadaan sekitar. POV 3 juga digunakan kalau pengarang sedang menceritakan kejadian yang dialami orang lain pada saat bersamaan, didahului kalimat “Pada saat yang bersamaan...” atau “Beberapa saat yang lalu...”.

Pergantian POV ini lancar2 aja sih. Ada beberapa (berapa yah?) scene dimana POV-nya sedang dilihat dari sudut pandang Zorg, n ujug2 diganti jadi POV orang lain dalam 1 paragraf. Tapi ini juga ga masalah, pergantian POV siapa jadi POV siapa masih bisa dibedain >_<>_< Di ending ada sisipan plot twist juga, tapi yah, gitu dah. Mungkin pengarang mo ngasi tanda bwt sekuel Mantra, tapi ga kena efeknya tuuuh~

Akhir kata (halah) balik ke cover lagi pas kelar baca, n kebentur sama pernyataan “Sebuah Novel Menggetarkan” di depan buku. Kayaknya ga menggetarkan d, IMO Cheesy

Skor : 4/10



Sedikit komentar dari BJ Vadis:

ew... "mantra" gue rasa masih mendingan deh, lebih murah daripada harga novel gue yg rp 62.500,- (ntar di pameran buku didiskon kok)... kalo ngeliat tema dan sinopsis ceritanya, gak terlalu banyak yang baru, paling cuma twist2 dari tema lama.

Jadi serasa "tertohok" juga membaca review ini, anggaplah kritik itu juga ditujukan buat gue...

Kizzorgy? Oh come on! That guy is fantasizing to the other way! Tapi terserah sih, daripada gue yg terpengaruh gila bola: Ballax, Klosser, Wyrony...

16 June 2009

FireHeart di Pesta Buku Jakarta 2009

Dapatkan novel FireHeart di Pesta Buku Jakarta 2009!
Kunjungi Stand Andi Publisher di Pesta Buku Jakarta dan dapatkan novel FireHeart dengan harga diskon spesial!
Saya mungkin akan mampir juga ke sana tanggal 28 Jun / 5 Jul untuk nongkrong, kalau ada yang ingin bawa bukunya untuk ditandatangan silakan beritahu saya via e-mail di andrychang-at-gmail-dot-com. - Andry


Detail:
IKAPI DKI Jakarta kembali menggelar Pesta Buku Jakarta. Pesta Buku Jakarta tahun ini merupakan pameran yang ke-19 terhitung sejak pertama kali diselenggarakan. Itulah alasannya pameran tahun ini dinamakan 19th Pesta Buku Jakarta 2009. Bertempat di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 19th Pesta Buku Jakarta 2009 akan disenggarakan pada tanggal 27 Juni s/d 5 Juli 2009.


“Book is my life style” adalah slogan yang dijadikan tema dalam 19th Pesta Buku Jakarta 2009. Tema ini ditetapkan dengan tujuan menjadikan buku akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Jika buku sudah menjadi gaya hidup, maka dengan sendirinya budaya baca akan meningkat dan industri perbukuan Indonesia pun akan tergerak naik.

source : http://www.pestabukujakarta.com/

Dapatkan Novel FireHeart di Sini!

Halo, teman-teman. Bagi kalian yang sudah banyak mendengar tentang FireHeart karya Andry Chang dan ingin mendapatkan novelnya, kami kabarkan bahwa selain di toko buku Gramedia dan Gunung Agung, novel FireHeart juga dapat diperoleh di outlet-outlet berikut ini:

Jakarta:

WHITEBASE
Mangga Dua Square Blok A 236 - 238 Lantai UG
Telp: 021-32724887
http://whitebase-jakarta.com

FANTASY ART
Jl. Kelapa Hybrida Raya QJ 9 / 31
Kelapa Gading, Jakarta Utara


Bandung:

YAMA Bookstore

Jl. Pendawa No.42, Bandung 40172
Telp: 022-6038602


Pemesanan Langsung:
Tata cara pemesanan: Telepon, transfer dana, barang dikirim (tatacara dan biaya kirim dapat diubah dan disesuaikan tergantung lokasi pengiriman).

Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 15A, Jakarta 12720
Telp: 021-6397361, 021-30666631
E-mail: andrychang-at-gmail-dot-com

01 June 2009

Gladiatus - Hero of Rome (Bahasa Indonesia)



Mainkan game ini, GRATIS!
Langsung klik ke:
http://id.gladiatus.com

Berita Antar Dunia