Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel, komik, game dan multimedia FireHeart dan Evernade karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris Everna Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com) dan FireHeart Saga (http://fsaga.blogspot.com)

Rubrik Utama Fantasindo

03 September 2013

Vandaria Saga - Nedera - Negeri Kegelapan - Review




Vandaria Saga
Nedera – Negeri Kegelapan
Penulis: Alexia Chen

Kisah ini terjadi di Vandaria, sebuah tempat di mana kuasa cahaya dan kegelapan terus bersinggungan. Kuasa cahaya diwakili Vanadis, entitas tertinggi yang menciptakan ras frameless dan manusia. Kuasa kegelapan diwakili deimos, ras penghancur dan pemusnah.
Di sebuah desa bernama Nedera, yang berada jauh di utara Tanah Utama Vandaria, para deimos yang dikurung Vanadis mulai memberontak. Selepas senja, iblis-iblis itu merasuki manusia. Nasib Nedera lalu bergantung kepada kakak-beradik separuh frameless, Leofric dan Lyse, serta Skys, seorang manusia yang adiknya, Faye terkurung di Nedera. Mampukah ketiganya membebaskan Nedera sebelum ras manusia musnah dari sana? Melalui narasi-narasi fantastis, Nedera akan menyeret Anda ke dalam sebuah huru-hara kolosal di sebuah zaman yang nyaris tak terbetik dalam kenangan.

“Setelah Lord of the Rings dan Harry Potter, banyak orang mengira tak akan ada lagi peluang orisinalitas dalam fiksi fantasi. Namun Nedera menepis hal itu! Cerita ini akan memaksa Anda menyiapkan tongkat sihir untuk mengantisipasi setiap kejutannya.”
—Tasaro GK, penulis Nibiru dan Kesatria Atlantis

“Kisah pertarungan antara ‘yang gelap’ dan ‘yang terang’ tak akan pernah mati: dewa dan daitya, Pandawa dan Kurawa. Nedera berhasil menyajikan pertarungan klasik tersebut penuh tegangan. Ada keindahan dalam kengerian, kengerian dalam keindahan!

—Damar Shashangka, penulis Sabda Palon

“Kreatif dan imajinatif! Seakan saya berada di dalam novel menakjubkan ini.”
—Jenny Indarto, pelalap kisah fantasi

Format:            Paperback, 416 halaman
Penerbit:           Penerbit Dolphin
Penyunting:       Salahuddien GZ
Diterbitkan:       5 Juli 2013 (cetakan pertama)
ISBN13:          9789791701075
Harga:              Rp 75.000,- (harga normal toko buku)



Setitik Cahaya di Negeri Kegelapan
Review dan ulasan oleh Andry Chang

Di sela-sela kesibukannya, lagi-lagi Sang Musafir, wisatawan antar dunia mampir di Vandaria, Semesta Pamungkas. Sampai saat ini, Vandaria adalah semesta fantasi paling kompleks dan serial multimedia TERBESAR karya anak bangsa – belum lagi potensi pengembangannya yang tak terkira luasnya.
Kali ini, Sang Musafir mengunjungi pedesaan di wilayah Imperium Blackmoon, Provinsi Valta. Tepatnya di Negeri Mordino yang bertetangga dengan Negeri Redfang dan Hailstorm. Sekedar informasi, konflik ekstrim di Redfang dan Hailstorm pernah dibahas dalam bentuk novel-novel karya Fachrul R.U.N.
Prahara di Mordino ini termasuk dalam rangkaian Serial Kristal Merah Vandaria Saga dan menjadi kisah mata rantai yang sangat penting antara dua zaman, yaitu Era Kristal Merah dan Era Invasi Kegelapan (Invasi Deimos dan Pandora). Jadi, koleksi Vandaria Saga kita takkan lengkap tanpa “Nedera”.

Dari segi cerita, Alexia Chen, rekan sesama pejalan cakrawala Sang Musafir “mencatat” insiden kunci yang terjadi di wilayah Mordino, tepatnya di dua desa yaitu Hoven dan Nedera.
Mungkin para petinggi di Mordino, Valta bahkan Blackmoon menganggap insiden ini hanya anomali yang tak terlalu signifikan. Namun sesungguhnya justru anomali ini belum sampai jadi “krisis nasional” dan “krisis global” karena ditangani oleh dua pasangan saudara kandung, yang adalah para tokoh utama “Nedera”.
Bagaimana bisa prahara dari benih-benih kegelapan dihambat pertumbuhannya hanya oleh empat anak muda yang rata-rata berusia remaja? Pertanyaan inilah yang berhasil memancing rasa penasaran Sang Musafir untuk menggali kisah “Nedera” lebih dalam, berharap menemukan permata tak ternilai di sana.

Draft awal “Nedera” adalah sebuah cerita semi-horor berjudul “Selepas Senja”. Lewat kerja keras dari Tim Kreatif Vandaria, Penerbit Dolphin dan Alexia Chen, sang penulis sendiri, “Nedera” dikembangkan hingga menjadi kisah petualangan yang dibumbui oleh unsur-unsur thriller, drama dan romance.
Plot “Nedera” bersifat lokal dan terpusat pada satu misi, yaitu, seperti tercantum dalam sinopsis, adalah usaha Leofric, Lyse dan Skys membebaskan Nedera dan Faye, adik Skys dari teror deimos, sebelum ras manusia musnah dari sana.
Pemilihan kombinasi genre dan plot di ataslah yang memungkinkan “Nedera” menjadikan pengembangan tokoh, khususnya tokoh-tokoh utama sebagai fokus utama. Dan “pengembangan diri” ini jadi faktor kunci yang amat menentukan untuk menjawab pertanyaan besar Sang Musafir di atas. 
“Senjata utama untuk mengalahkan kegelapan bukan kekuatan semata-mata, melainkan jiwa-jiwa yang telah dicerahkan.” Itulah kesimpulan Sang Musafir dari kisah “Nedera” ini.

Jadi pertanyaan selanjutnya adalah, “bagaimanakah para tokoh utama itu mendapatkan pencerahan mereka masing-masing?” Untuk menjawabnya, mari kita telaah para tokoh utama “Nedera” satu-persatu.

1.                  Lyse Tordynn, wanita, separuh frameless
Gadis ini semula berada dalam comfort zone, terbuai kasih sayang ayah-ibunya hingga cenderung kurang mandiri, seperti burung dalam sangkar. Saat orangtua Lyse menghilang, gadis itu jadi gelisah.
Titik balik terjadi saat seluruh rahasia terungkap. Akibatnya, demi hidup-mati Lyse sendiri, keluarganya, orang-orang yang ia kasihi dan penduduk dua desa, Lyse “dipaksa” untuk menjadi lebih dewasa dibandingkan gadis-gadis seusianya. Bahkan ia mampu menghibur, menguatkan, memotivasi dan mencerahkan orang lain. Pencerahan Lyse adalah kesadaran akan perannya sebagai penyebar kebaikan dan pelindung, bukan penebar kutukan dan bencana.

2.                  Leofric Tordynn, pria, separuh frameless
Kakak kembar Lyse ini punya sifat yang berlawanan dengan adiknya. Ia cenderung perfeksionis, konservatif dan memandang segala sesuatunya secara negatif. Kunci pencerahan Leofric adalah penjelasan gamblang di saat yang tepat, saat celah di tembok yang dibangunnya itu terbuka. Dengan demikian ia akan berkembang menjadi pribadi yang lebih luwes, dan bahkan punya jiwa kepahlawanan yang besar.

3.                  Skys Rothis, pria, manusia
Sebagai pejuang yang cukup berpengalaman, dalam kisah ini Skys lebih berperan sebagai “pembimbing menuju pencerahan”. Tapi sesungguhnya Skys sendiri harus dicerahkan pula, agar jadi lebih bijaksana dan tidak gegabah. Supaya ia berkembang menjadi pemimpin yang baik. Satu pemikiran Sang Musafir, andai dulu Skys lebih bijaksana mengukur kekuatan sendiri dan lawan, mungkin nasib adiknya, Faye di masa depan akan berbeda. 

                                                                                                
4.                  Faye Rothis, wanita, manusia
Di satu sisi, sifat Faye agak mirip Lyse, yaitu bergantung pada orang lain, khususnya kakaknya sendiri. Faye cenderung jadi penurut yang pasrah, tak punya pendirian sendiri. Pada saat deimos menjajah tubuhnya, semula jiwa Faye terkesan pasrah saja. Mungkin ia berharap cepat atau lambat sang kakak, Skys akan bisa memerdekakannya.
Kunci pencerahan Faye adalah saat ia menemukan cinta dalam diri Leofric, sosok yang ia anggap juga bisa dijadikannya tempat bergantung. Titik baliknya, saat orang-orang yang ia kasihi justru dalam bahaya maut, barulah Faye memberontak dan melawan si “penjajah”, membuktikan dirinya bisa diandalkan dan punya semangat rela berkorban.
Tentu saja, di jalan menuju pencerahan, keempat tokoh ini dibimbing oleh tokoh-tokoh lain seperti Bibi Carin dan dua pendeta Vanadis, yaitu Al Noah dan Holbein. Namun, faktor penentu pencerahan itu sendiri adalah keputusan yang tepat di saat yang tepat, dengan menyadari segala tanggung jawab, akibat dan resikonya.
Nah, Sang Musafir tak bisa membocorkan lebih banyak lagi tentang novel “Nedera – Negeri Kegelapan” ini. Silakan beli Nedera di toko buku dan nikmati kisahnya, semoga kalian juga menemukan “permata tak ternilai” itu – dan mungkin saja – pencerahan penuh makna.
Akhir kata, “Hanya cahaya yang mampu melenyapkan kegelapan, maka biarlah dirimu bercahaya.”
Viva Vandaria, Semesta Pamungkas!

Vandaria Saga – www.vandaria.com
Twitter: Follow @vandariasaga
Penerbit Dolphin – www.penerbitdolphin.com

No comments:

Berita Antar Dunia

Pusat Berita Dunia-Dunia