Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel, komik, game dan multimedia FireHeart dan Evernade karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris Everna Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com) dan FireHeart Saga (http://fsaga.blogspot.com)

Rubrik Utama Fantasindo

04 December 2013

Membangun Semesta Fantasi by Ken Budha - Bagian Satu


Sang Sumber menggerakkan semesta, evolusi terus berlanjut hingga membentuk Everna.

MEMBANGUN SEMESTA FANTASI
Oleh Ken Budha - Penulis Novel Fiksi Fantasi "Shangri-la" 

Kamu pasti punya tokoh dalam kisah fantasi yang kamu tuliskan. Apalagi sudah menjadi semacam "peraturan tak tertulis" bahwa sebuah kisah fantasi harus punya puluhan, bahkan mungkin ratusan tokoh. Pertanyaanku adalah: tokoh mana yang pertama kali harus kamu tuliskan?

Jawabanku sederhana, walau penjelasannya menjadi tidak sederhana. Tokoh pertama yang harus ditulis adalah: SEMESTA-nya.

World building adalah batu penjuru dan sokoguru bagi sebuah kisah fantasi. Apa yang kita tuturkan dalam kisah fantasi kita sejatinya tiada bedanya dengan apa yang diguratkan para penulis roman, petualangan, bahkan religi. Perbedaannya hanya pada apa yang menjadi “jualan”dari kisah itu. Bagi kita, para penutur fantasi, yang menjadi pokok dari tutur kita adalah semestanya; semesta yang begitu fantastik sehingga pembaca akan asyik menelusuri semua relungnya, mencari bulir-bulir pengetahuan baru mengenai semesta itu, namun juga begitu believable sehingga ketika pembaca masuk ke semesta itu dia sungguh dapat menghayati keberadaannya di situ.

Karenanya, sebelum kita mulai dengan penulisan tokoh, sebelum kita memikirkan plot dan plot twist, kita harus menuliskan dulu tokoh terpenting dalam kisah kita: semesta fantasi di mana kisah kita berlangsung.

Kenapa aku menyebut Semesta sebagai Tokoh? Karena Semesta kita adalah sebuah dunia yang hidup, yang memiliki sejarah, yang bergulat dengan masalah, yang bersimbah darah, yang menderita bencana dan menikmati anugerah, yang unsur-unsurnya terus berkurang, bertambah, berubah. Semesta kita memiliki kepribadian dan, di dalam rengkuhannya, semua tokoh kita bergelut dengan alur kisah.

Ada banyak hal penting yang akan menjadikan Semesta kita hidup dan bernapas.Beberapa di antaranya, yang pokok, aku bagikan di sini:
  1. Asal-usul Semesta: how the world came to be.Genesis. Kisah Penciptaan. Big Bang. Inilah bagian dasar dari tiang Semesta kita.
  2. Ekonomi:tiap mahluk hidup butuh makan. Bagaimana mereka memperoleh kebutuhan hidupnya? Bagaimana mereka saling bantu atau bersaing dalam memperebutkan sumber daya?
  3. Kekuasaan:dalam masyarakat manapun selalu ada hirarki dan kekuasaan, dominasi dan subordinasi. Bagaimana kekuasaan diraih dan dipertahankan? Bagaimana kekuasaan digunakan? Kekuatan macam apa yang menjadi andalan dalam meraih kekuasaan?
  4. Budaya:kebiasaan hidup, apa yang dianggap baik dan mulia, apa yang dikutuk dan diharamkan. Permainan tradisional, upacara dan ritual, peribahasa, cara berpakaian.
  5. Sistem Kepercayaan: semua orang percaya pada sesuatu yang Greater than Life. Bagaimana kepercayaan ini diejawantah? Agama, ideologi, kitab suci dan nabi-nabi.




Pada Awalnya...

Semua legenda selalu dimulai dengan "Di jaman dahulu kala...." Penjelasan tentang asal-usul satu semesta merupakan salah satu batu penjuru yang diperlukan untuk menetapkan logika internal semesta tersebut. Mari kita ambil satu contoh yang cukup kita kenal bersama-sama: legenda dewa-dewi Yunani. Seluruh bagian kisah tentang Kronos dan para Titan menjelaskan mengapa Zeus berkuasa; mengapa Order harus berkuasa atas Chaos; dari mana datangnya monster-monster; apa yang terjadi setelah kematian; bahkan juga mengapa matahari terbit dan musim berganti. Konsistensi atas Kisah Penciptaan (Genesis) dari Semesta yang kita bangun memungkinkan kita menggarap seluruh kisah secara konsisten pula.

Jika kita mengambil setting Terra 101 (ini istilahku untuk Bumi yang kita tempati dan masa yang kita jalani), sebagaimana yang dipergunakan dalam novelku Shangri-La the Hidden City, pekerjaan yang harus dilakukan tidak terlalu banyak. Kita bisa menumpang pada pengetahuan publik tentang Terra 101, dengan tweak di sana-sini untuk menyesuaikan Bumi pada Semesta yang aku butuhkan.

Lain halnya apabila kita menciptakan Semesta kita dari nol. Pekerjaan yang dilakukan cukup banyak. Aku akan pakai prinsip-prinsip penciptaan Semesta dari nol ini sebagai prinsip umum. Jika kamu pakai Terra 101, kamu bisa sesuaikan sendiri bagian mana yang harus digubah ulang.

I. God or Darwin?

Pilihan pertama yang harus diambil adalah: apakah Semesta kita merupakan hasil ciptaan dari sesuatu yang Omniscience/Super Sentient, atau melalui proses yang lebih sekuler (tidak melibatkan "sang Pencipta"). SHC, misalnya, menggunakan asal-usul Omniscience, yang menjelaskan mengapa orang bisa menyihir dan bagaimana sihir bekerja (sihir merupakan hasil sadapan dari kuasa mantera Qun, yang digunakan Sang Pencipta untuk membuat alam ini ada). Biasanya kisah high-fantasy memilih pendekatan God, karena membuka lebih banyak kemungkinan, sementara fiksi ilmiah lebih memilih pendekatan Darwin. Tidak ada yang keliru, yang perlu hanyalah membuat asal-usul ini menjadi lebih rinci. Bahkan dari kisah penciptaan ini, kita bisa mendapat ide cerita. Misal: Dewa menciptakan Manusia sebagai budak untuk mengerjakan tugas kasar, pada satu ketika Manusia muak dijadikan budak dan memberontak pada Dewa.

II. Konsekuensi pada Hukum Alam

Dari kisah Penciptaan itulah hukum-hukum alam dibangun. Kembali pada legenda Yunani, kita jadi tahu mengapa musim berganti: karena konflik internal antar para dewa menghasilkan konsesi pembagian jatah berkuasa atas alam. Dalam SHC, kekuatan sihir tidak bisa membatalkan hukum-hukum alam, karena hukum alam itu merupakan hasil ciptaan Qun yang lebih asli dan "murni". Gunakan kisah penciptaan untuk menjelaskan setiap fitur yang ada pada Semestamu: mengapa ada gunung, laut, hewan-hewan ajaib, bahkan juga para mahluk sentient yang ada di sana. Gunakan Kisah Penciptaan untuk menentukan apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan dalam Semestamu.

III. Kekecualian yang Masuk Akal

Kesempurnaan itu membosankan, karena menghilangkan unsur kejutan dan misteri. Resiko membuat sebuah dunia yang terlalu konsisten adalah kebosanan pada pembaca karena alur akan jadi sangat mudah ditebak. Karena itu, Kekecualian harus juga dirancang. SHC misalnya: batasan kekuatan sihir adalah "karena sihir merupakan turunan dari Qun, sihir tidak bisa melanggar hukum alam." Adakah yang bisa menembus batasan ini? Bagaimana caranya? SHC 3 dibangun dengan memperkenalkan kekecualian pada aturan Semesta yang dibangun dalam SHC 1-2. Persoalan dengan pemberian kekecualian ini adalah keharusan untuk tetap terkait dengan Kisah Penciptaan, agar masuk akal dan tidak mengada-ada. Caranya adalah dengan menemukan "kelemahan" atau "celah" dalam Semesta yang kita bangun sendiri, dan membangun logika alternatif di atas kelemahan itu.  Memakai contoh Dewa yang memperbudak Manusia di atas, kita bisa membangun logika bagaimana ada Dewa yang berbelas-kasihan pada Manusia dan akhirnya mendukung usaha Manusia untuk bisa bebas dari perbudakan.





Sumber Artikel: Grup Facebook Fantasindo

Bagian 1-1:
https://www.facebook.com/notes/fantasy-worlds-indonesia/membangun-semesta-fantasi-intro-1/577329792339611
Bagian 1-2:
https://www.facebook.com/notes/fantasy-worlds-indonesia/membangun-semesta-fantasi-pada-awalnya-2/579179342154656

Facebook Penulis: Ken Budha

Sumber gambar: Penciptaan dunia secara Alkitabiah
http://blogs.coventrytelegraph.net/thegeekfiles/2010/03/bible-creation-story-coming-to.html

Berita Antar Dunia

Pusat Berita Dunia-Dunia