Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel, komik, game dan multimedia FireHeart dan Evernade karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris Everna Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com) dan FireHeart Saga (http://fsaga.blogspot.com)

Rubrik Utama Fantasindo

15 September 2012

Kala Kali Berkilah - Luckty Review

REVIEW Kãla Kãlī



Kãla Kãlī. Dalam blognya, Windy Ariestanty menuliskan bahwa ini adalah sesuatu mengganjilkan yang genap. Awalnya aya kira ini adalah dua tulisan dengan dua penulis yang berbeda yang masih ada benang merahnya, ternyata ini adalah buku yang terdiri dari dua cerita yang berdiri sendiri. Vabyo menulis ‘aku’ sebagai perempuan (Keni), sedangkan Windy menulis ‘aku’ sebagai laki-laki (Bumi). Mungkin inilah yang disebut mengganjilkan yang genap.

Cerita Pertama - Ramalan dari Desa Emas.
Keni Arladi adalah seorang remaja dengan tingkat kegalauan yang maksimal. Bukan sekedar galau biasa, tapi galau memikirkan nasib hidupnya. Membaca pikiran Keni, seperti bercermin. Mengapa? Karena saya sering mengalami apa yang dialami seperti Keni. Mengalami keberuntungan yang ganjil, dan hidup terkadang tak bisa diduga. Menjelajahi hidup dengan rasa sendiri terkadang membuat diri terasa genap dibandingkan orang yang berpasangan tapi terasa ganjil.

Apa yang membuat Keni galau? Hidupnya yang tak seperti remaja biasa pada umumnya. Dia harus mengalami berbagai rintangan hidup yang tak bisa ditebak. Jujur, pas baca ini rasanya ikut deg-degan. Berasa indanya waktu Keni di Desa Sawarna, ngos-ngosan pas tersesat di hutan, dan berdebar-debar pas kebakaran, dan peristiwa lainnya. Alurnya cepet banget. Penasaran tiap membaca lembaran demi lembaran. Tau-tau..udah abis aja gitu?!? Poin lebih cerita yang ditulis Bang @vabyo ini adalah endingnya yang gak diduga. Bagi penggemar Nike Ardila, wajib deh baca ini!

Kata kunci di kehidupan Keni:
  1. Jangan egois buat takut kematian. (hlm. 82)
  2. Mati mah kayak kejutan, gak usah ditungguin. (hlm. 84)
  3. Anggap saja mereka yang telah meninggal itu bahagia di alam barunya. (hlm. 93)
  4. Bersyukur dan sombong agak beda tipis. (hlm. 136)

Abis baca Ramalan dari Desa Emas ini, jadi penasaran pengen ke Desa Sawarna, Surga Tersembunyi di Indonesia yang terletak di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak, Kecamatan Bayah:
http://www.youtube.com/watch?v=k8JnyHsiNVY&feature=related

oya, di bagian ucapan terima kasih, Vabyo bilang ingin menjelajahi daerah perawan lainnya. Coba main-main ke Lampung, masih banyak daerah perawan yang belum terjamah; Pantai Tanjung Setia di Krui dengan andalannya adalah pantai yang bersih dan ombak yang tinggi cocok buat surfing dan Teluk Kiluan di Tanggamus dengan lumba-lumba lucunya yang nongol dengan alami.. (ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!



Cerita Kedua – Bukan Cerita Cinta.
Di awali dengan kalimat; “Bagaimana bila engkau tidak jatuh cinta.” Wah, kalimat yang tentunya sangat #JLEBB. Sangat berkebalikan dengan cerita yang pertama, cerita Windy ini alurnya sangat lambat dan isinya ceritanya pun lebih dewasa. Penuh filosofi hidup. Banyak banget kalimat yang pengen digarisin pake spidol.. ✪‿✪

Bercerita tentang Bumi seorang editor yang (sebenarnya) mencintai Akshara, seorang penulis. Hubungan editor-penulis. Selama tujuh tahun, tentu lebih dari sekedar rasa pertemanan. Diantara mereka ada perempuan bernama Koma. Seperti halnya koma dalam tulisan, Koma pun sebagai perempuan yang hadir dicelah pencarian Bumi. Siapakah yang sesungguhnya akan dipilih Bumi? Koma itu ibarat proses. Dan, titik adalah hasilnya.

Kata kunci kehidupan Bumi:
  1. Bukan berapa kali. Harusnya, pertanyaannya adalah seperti apa rasanya kalau aku jatuh cinta. (hlm. 163)
  2. terkadang, orang bersikap realistis karena sadar ia tak punya banyak pilihan, bukan? (hlm. 167)
  3. Bukan mencintai, melainkan cara mencintainya yang melelahkan. (hlm. 293)
  4. Sebesar itulah cinta. Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup. (hlm. 305)
  5. Tak pernah ada cara yang tepat untuk mencintai. Yang disebut tepat adalah ketika aku dan kamu saling mencintai dengan cukup. (hlm. 325)
  6. Karena mengalami kehilangan adalah bagian dari kembali kepada menemukan. (hlm. 327)

Banyak kalimat favorit dalam cerita kedua ini:
  1. Mencintai itu butuh lepas dari rasa khawatir. Butuh lepas dari rasa takut dicampakkan. Takut ditinggalkan. Takut tak berbalas.
  2. Manusia menyukai penerimaan. Diterima membuat mereka merasa dibutuhkan. Diinginkan.
  3. Cinta memang tidak seharusnya membuat cemas. Cemas karena mencintai sesuatu, rasanya bukan cinta. Bisa saja itu obesesi.
  4. Pacari lelaki yang bisa menghargai kemandirianmu. Bukan yang sekedar mampu mengangkat galon air.
  5. Berhati-hatilah dengan pertanyaan. Jawaban yang didapat tak selamanya menyenangkanmu.
  6. Manusia kerap kali merumitkan informasi sederhana yang disampaikan dengan bahasa apa adanya.
  7. Semakin manusia bertumbuh, semakin pula manusia menjauh dari sifat percaya yang menyertainya ketika lahir.
  8. Manusia yang meragukan kemampuannya mencintai adalah manusia yang berjalan menjauhi apa yang menyelimutinya ketika lahir. Setiap manusia lahir dengan kemampuan mencintai secara utuh.
  9. Jatuh cinta selalu datang tiba-tiba dan tanpa peringatan.
  10. Hidup tak tertebak. Seperti permainan gundu dan dadu. Ketika kita merasa segala sesuatu telah ada di genggaman, kondisi bisa berbalik.
  11. Ada yang lebih menyakitkan daripada tidak dipilih. Sebuah patah hati yang luar biasa menyakitkan.

http://windy-ariestanty.tumblr.com:
nama Kālī yang merupakan salah satu dewi dalam kepercayaan Hindu ini berasal dari Kāla—nama panggilan Shiva, Dewa Kematian. Kāla sendiri juga bisa berarti waktu yang abadi atau gelap. Karena Shiva yang dipanggil Kāla adalah sisi maskulin, maka Kāli—yang merupakan sisi feminin—juga merupakan entitas dari ‘waktu’, ‘sesuatu yang melampaui waktu’, dan ‘kematian.’ Selain itu Kāli juga dianggap sebagai dewi dari perubahan.

Soal cover, GagasMedia memang selalu juara buat yang unik-unik. Salah satunya buku ini. Jadi gak tega kalo suatu saat bukunya lecek..

Meskipun tidak sebesar ekspetasi saya saat melihat cover-nya yang keren ini, buku ini patut dikoleksi. Pertama, nama kedua penulis sungguh tidak diragukan lagi. kedua, isi cerita yang tidak biasa; cerita pertama menuangkan kehiupan yang ganjil sedangkan cerita kedua bercerita tentang cinta dengan sudut yang berbeda.

Pertanyaan membuat kita terus mencari jawaban. Kalimat pertama yang bagus membuat pembaca meneruskan membaca. (hlm. 215)



Keterangan Buku:
Judul : Kãla Kãlī
Penulis              : Valiant Budi & Windy Ariestanty
Editor               : Gita Roadhona
Proofreader      : Alit Tisna Palupi
Penata letak      : Wahyu Suwarni, Dian Novitasari
Desain sampul  : Dwi Anissa Anindhika
Photo credit      : Nanda Lubis, Taufik Imansyah, Windy Ariestanty

Twit-twit @vabyo dan @windyariestanty yang membahas Kãla Kãlī:

 

No comments:

Berita Antar Dunia

Pusat Berita Dunia-Dunia