Selamat Datang, Para Penjelajah!

Bersiaplah untuk menjelajahi dunia ciptaan imajinasi dari para pencipta dunia dari Indonesia. Dunia-dunia penuh petualangan, keajaiban dan tentunya konflik antara kebaikan dan kejahatan. Maju terus para penulis fantasi Indonesia! Penuhi Takdirmu!

Fantasy Worlds Indonesia juga adalah blog resmi dari serial novel, komik, game dan multimedia FireHeart dan Evernade karya Andry Chang yang adalah versi Bahasa Indonesia dari NovelBlog berbahasa Inggris Everna Saga (http://fireheart-vadis.blogspot.com) dan FireHeart Saga (http://fsaga.blogspot.com)

Rubrik Utama Fantasindo

20 June 2009

Mantra - Rahasia Kitab Malaikat


Penulis Resensi: elthewynn dari forum PulPen Lautan Indonesia

Judul buku : Mantra (Rahasia Kitab Malaikat)
Pengarang : Sutanto Ari Wibowo
Penerbit : DIVA Press (www.divapress-online.com)
Genre : Fantasy, Adventure, Action
Jumlah halaman : 413
Rating : Remaja
Harga : Rp 46.000,-

Sinopsis :

Raja Keindizie Romein, raja pertama dari Kerajaan Afzein wafat pada saat perang pertama melawan kerajaan Dombire, yang dipimpin Ratu Nivera. Kekalahan ini membuat rakyat Afzein hidup dalam kesengsaraan. Sebab, Ratu Nivera tidak hanya membunuh Raja Keindizie Romein dan permaisurinya, tetapi juga membentengi Kota Afzein dengan mantra jahat, membuat penduduk bagaikan burung dalam sangkar. Mereka tidak dapat keluar dari kota dan setiap enam hari sekali, harus bersiap menjadi tumbal bagi Ratu Kegelapan, Nivera.

Ratu Nivera juga berhasil membunuh raja kedua Kerajaan Afzein, Raja Keintjizie Romein, yang tak lain adalah putra pertama dari Raja Keindizie Romein, dengan mengguna-gunainya. Sehingga, Romuza, sang panglima pun merasa berkuasa karena tak ada lagi keturunan raja yang masih hidup di kerajaan Afzein, kecuali jika putra kedua Raja Keindizie Romein, yang hilang saat perang melawan Kerajaan Dombire, muncul kembali. Romuza berusaha menemukan putra kedua raja tersebut untuk dibunuh. Tinggal sepuluh hari lagi, penobatannya sebagai Raja Afzein yang ketiga akan digelar.

Tanpa disangka, seorang tahanan kerajaan bernama Kizzorgy Poesie, yang dipekerjakan sebagai tukang kebun istana, mempunyai ciri-ciri yang dimiliki oleh keturunan Raja Keindizie Romein, seperti yang dijelaskan dalam kitab Rahasia Malaikat, yang selama ini disimpan rapi oleh Kakek Herdtqolf. Nyawa Kizzorgy Poesie pun terancam! Apalagi Romuza juga berhasil mencuri kitab Rahasia Malaikat milik Kizzorgy Poesie melalui tangan teman dekat Kizzorgy Poesie sendiri.

Mampukah Kizzorgy Poesie menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan Romuza sekaligus membebaskan Kerajaan Afzein dari penyihir jahat Nivera? Simak cerita seru novel menggetarkan ini yang akan membuat Anda tegang dan bergidik dari awal hingga akhir!

Sebenernya ga ada niatan sama sekali bwt beli ni nuku >_<>_< Sampul depan
Mantra menghadirkan sosok seorang pemuda yang sedang menatap istana batu dari kejauhan. Dia bagian atas, tepat di tengah, ada sosok seorang wanita dan sosok prajurit botak di sebelah kanannya. Di sebelah kiri wanita tadi ada siluet kota yang hancur berantakan. Nama pengarang dicetak di bagian atas sampul, dan judul Mantra dicetak besar di bagian bawah, dengan tagline (Rahasia Kitab Malaikat) dan tambahan kalimat : Sebuah Novel Menggetarkan. Modal lyat sampul depan aja, aq nganggep ni buku bakalan bersetting medieval, LOTR wannabe, perang pedang dan magic, and so on. Rupanya kelar baca buku, temanya emang ga jauh2 dari tema klasik kayak gitu >_< style="font-weight: bold;">

Main Story : Masuk bagian dalem, dan ketemu prolog. Yang bikin bengong, rupanya prolognya cuma ngulang apa yang uda ketulis di sinopsis cover belakang. Persis plek. Ampun dah. Kenapa ga ditulis langsung bab 1 aja yah? Ceritanya sendiri dibuka dengan scene Kizzorgy Poesie yang terbangun di ruang bawah tanah, sedang dalam proses diawetkan oleh para babu dan pesuruh lainnya. Yap, diawetkan. Lalu muncul sang kakek bernama Herdtqolf yang mengklaim Kizzorgy (seterusnya dipanggil Zorg) sebagai pangeran. Ini juga yang menjadi alasannya untuk mengawetkan Zorg, karena sang pangeran dikiranya sudah mati karena tak sadarkan diri selama dua hari, dan dia ingin mengawetkan jasad Zorg agar tetap utuh (semacam mumi kali yak?) Selanjutnya sang kakek membawa Zorg bwt dibersihkan dan diobati, dibantu oleh teman dekat Zorg sendiri, Giffins.

Ahaa, disini, cara ngobatinnya bikin aq keinget sama adegan Voldemort yang direndem di kuali pas kebangkitannya >_<>_<>_< style="font-weight: bold;">karakter. Mungkin ini kelemahan terbesar di Mantra. Dimulai dari penamaan para tokoh yang serba-ribet-dan-bikin-lidah-keseleo-jadi-mesti-dieja-satu2. Dari tokoh utama, Kizzorgy Poesie, yang dipanggil Zorg oleh teman2nya. Nama Kizzorgy Poesie ga mencerminkan seorang pangeran, IMO Cheesy Tadinya kupikir Kizzorgy Poesie ntu nama sejenis ular laut. Nama panggilan Zorg sendiri, rasanya lebih pas bwt penjahat dah. Tiga serangkai raja-pangeran ini juga memilik nama2 yang sama ribetnya. Keindizie, Keintjizie, Kizzorgy. Aq sering ketuker2 mana yang pangeran, mana yang raja. Untungnya, yang sering disorot cuma si Kizzorgy doank. Kalo 3 orang itu ngumpul bareng, nyerah dah. Sempat kepikiran, mungkin nama Kizzorgy Poesie cuma nama desa yang diberi oleh orangtua angkatnya yang petani gandum. Jadi kejutan pas aq tau ternyata nama aslinya juga ga jauh2, Kizzorgy Romein. Weew. Kenapa ortunya ngasi nama yang ribet gitu ya? Kesimpulanku, sekumpulan nama2 asal tempel biar terkesan ‘fantasy’. *cukup soal penamaan, bakalan ga ada habisnya >_<* Untuk karakterisasi, juga bikin keciwo. Khusus ini yang paling kelihatan dari tokoh Giffins dan Romuza. Ada satu situasi yang menuntut Giffins untuk memilih antara sahabat atau kekasihnya. Cukup pelik, tapi juga ga terlalu kompleks, IMO. Disitu, perang batin Giffins ga terasa sama sekali. Dengan gampangnya dy memutuskan hanya berdasarkan pertimbangan ngasal. Penyelesaian konfliknya juga garing, ditambah humor jayus setelahnya. Bikin aq (swt). Romuza, sang panglima digambarkan sebagai pribadi yang bengis, haus kekuasaan, dan menghalalkan segala cara. Tipikal penjahat tulen. Hanya saja, menjelang ending, baru ketahuan kalo panglima ini agak pin-pin-bo. Pribadinya yang bandit abis di awal, malah berubah drastis jadi panglima cengeng yang pengecut di ending. Swt lagi. Dialog antar tokoh juga terasa hambar. Ga ada emosi sedikitpun yang terkandung dalam kata2 para tokohnya. Mirip orang2 yang baca teks berita. Datarrrr. Alhasil, semua tokoh (yap, semua) hanya berupa sekumpulan orang2 berkarakter dangkal. Belum lagi kebiasaan mereka untuk secara rajin menyebut nama lawan bicaranya tiap kali bicara. Penyakit di (......), wehehe. Dan satu yang paling mengganggu, para tokoh disini hobinya mencela. Sampe ending, perang celaan antar chara bener2 ga ada habisnya. Dikit2 dicela, diulang2 terus2an. Really annoying.

Gaya Bahasa
: Ngomongin gaya bahasa, rada pusing juga. Penulisannya ga berat2 amat sih, lumayan gampang dicerna. Kelebihannya, pengarang bisa mendeskripsikan setting suatu tempat dengan penceritaan yang sedikit. Disini pengarangnya bener2 ‘melepas’ imajinasi pembacanya. Cuma 1-2 kalimat aja, tapi aq uda bisa ngebayangin seting yg mo dijelasin sama pengarangnya. Not bad lah. Cumaaa. Nah, cuma nih, gaya bahasanya koq campur2 ala gado2 yah. Kadang gaya bahasanya terkesan mirip2 sama Harpot, ringan, ngasal. Tapi kadang2 campur lagi sama gaya bahasa gaul yang ubek2 sama b.ing. Kadang lagi, bahasanya tuaaa bgt, sampe bikin ngantuk.

Emang ada berapa orang sih yang nulis ni buku? POV yang dipilih sama pengarang juga campur2, wehehe. Sebagian besar, POV 1 dari sudut pandang Zorg selaku tokoh utama. Tapi kadang2 POVnya diganti jadi POV 3, menunjukkan pandangan orang lain atas tokoh utama atau keadaan sekitar. POV 3 juga digunakan kalau pengarang sedang menceritakan kejadian yang dialami orang lain pada saat bersamaan, didahului kalimat “Pada saat yang bersamaan...” atau “Beberapa saat yang lalu...”.

Pergantian POV ini lancar2 aja sih. Ada beberapa (berapa yah?) scene dimana POV-nya sedang dilihat dari sudut pandang Zorg, n ujug2 diganti jadi POV orang lain dalam 1 paragraf. Tapi ini juga ga masalah, pergantian POV siapa jadi POV siapa masih bisa dibedain >_<>_< Di ending ada sisipan plot twist juga, tapi yah, gitu dah. Mungkin pengarang mo ngasi tanda bwt sekuel Mantra, tapi ga kena efeknya tuuuh~

Akhir kata (halah) balik ke cover lagi pas kelar baca, n kebentur sama pernyataan “Sebuah Novel Menggetarkan” di depan buku. Kayaknya ga menggetarkan d, IMO Cheesy

Skor : 4/10



Sedikit komentar dari BJ Vadis:

ew... "mantra" gue rasa masih mendingan deh, lebih murah daripada harga novel gue yg rp 62.500,- (ntar di pameran buku didiskon kok)... kalo ngeliat tema dan sinopsis ceritanya, gak terlalu banyak yang baru, paling cuma twist2 dari tema lama.

Jadi serasa "tertohok" juga membaca review ini, anggaplah kritik itu juga ditujukan buat gue...

Kizzorgy? Oh come on! That guy is fantasizing to the other way! Tapi terserah sih, daripada gue yg terpengaruh gila bola: Ballax, Klosser, Wyrony...

No comments:

Berita Antar Dunia

Pusat Berita Dunia-Dunia